Catatan

Puasa Arafah

Imej
Salah satu puasa sunnah yang sangat luar biasa keutamaannya adalah puasa Arafah, dalam nash Hadist yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi Rasulullah ﷺ bersabda: Dari Abu Qatadah bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: puasa hari Arafah saya berharap pada Allah agar menghapus (dosa-dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya Rasulallah ﷺ bersabda: siapa saja yang berpuasa pada hari arafah maka diampuni baginya (dosa) setahun sebelum dan setahun setelah puasa Namun perlu dipahami bahwa dosa yang diampuni dalam hal ini adalah dosa-dosa yang tidak ada ketentuan kafarahnya. Jika dosa-dosa tersebut ada ketentuan kafarahnya, maka puasa sunnah arafah belum cukup untuk menghapus dosa-dosa tersebut. Seperti diantaranya adalah: dosa zina, dosa mencuri, dosa membunuh, dll. Adapun puasa arafah, hanya berlaku bagi orang yang tidak sedang berada di Arafah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji pada tanggal 9 dzulhijjah, sehingga ini menjadi kesempatan besar bagi o...

Amalan di bulan Zulhijjah

Imej
Amalan di bulan Dzul Hijjah 1. Bagi yang berniat qurban Disunahkan untuk TIDAK memotong rambut dan kuku. (InsyaaAllah mulai tgl 19 juni ba’da Ashar sampai 29 juni 2023) Rasulullah ﷺ bersabda : إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ، وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا ✾ رواه مسلم ، كِتَابٌ : الْأَضَاحِيُّ ، بَابٌ : نَهْيُ مَنْ دَخَلَ عَلَيْهِ عَشْرُ ذِي الْحِجَّةِ وَهُوَ مُرِيدُ التَّضْحِيَةِ Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian telah berniat untuk berqurban, maka janganlah ia memotong rambutnya dan kulitnya sedikitpun. Dalam riwayat lain, قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ، فَإِذَا أُهِلَّ هِلَالُ ذِي الْحِجَّةِ فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعَرِهِ، وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا، حَتَّى يُضَحِّيَ ✾ رواه مسلم ، كِتَابٌ : الْأَضَاحِيُّ ، بَابٌ : نَهْيُ مَنْ دَخَلَ عَلَيْهِ عَشْرُ ذِي الْحِجَّةِ وَهُوَ مُرِيدُ التَّضْحِيَةِ Rasulullah ﷺ ber...

TARAWIH DIMASJID TAPI WITIRNYA DIRUMAH

Imej
TARAWIH DIMASJID TAPI WITIRNYA DIRUMAH Mungkin pernah terjadi sebelum-sebelumnya banyak jamaah yang ketika witir itu keluar barisan dengan alasan witir sendiri di rumah di ⅓ malam akhir sekalian menambah shalat malam yang lain. Saran saya lebih baik sekalian witir bersama imam dimasjid mengingat besarnya pahala shalat berjamaah bersama imam sampai selesai shalat. Sebagaimana dijelaskan pada hadits berikut:   Nabi ﷺ bersabda: bahwasanya, barang siapa yang berdiri bersama imam sampai bubar (selesai shalatnya) maka Allah menulis baginya shalat sepanjang malam (semalam suntuk). Dan jaga-jaga apabila ketika di malam yang akhir tidak bisa melaksanakan witir atau terlupakan melaksanakan witir, berdasarkan dalil: Dari Jabir dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah dia melakukan witir di awal malam. Dan ketika telah di rumah atau pada ⅓ malam akhir mau menambah shalat lail/tahajjud diperbolehkan na...

Wanita istihadhoh tetap wajib berpuasa

Wanita istihadhoh tetap wajib berpuasa جائت فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنِّي اِمْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ اَلصَّلَاةَ؟ Fathimah binti Abu Hubaisy datang menemui Nabi ﷺ kemudian berkata: Ya Rasulullah, sungguh aku ini perempuan yang selalu keluar darah (Istihadah) dan tidak pernah suci. Bolehkah aku meninggalkan shalat?  Rasul menjawab : لَا إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِحَيْضٍ فَإِذَا أَقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي اَلصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ اَلدَّمَ ثُمَّ صَلِّي ✾ رواه البخاری ومسلم Tidak, itu hanyalah darah penyakit, bukan darah haid. Bila haidmu datang tinggalkanlah shalat. Dan bila haid itu berhenti, bersihkanlah dirimu dari darah itu (mandi), lalu shalatlah.  عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ ؟ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا ".✾ رواه ال...

RENUNGAN UNTUK PARA ORANG TUA

RENUNGAN UNTUK PARA ORANG TUA Rasulullah ﷺ telah bersabda: مَا مِنْ مَوُلُودٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلىَ الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ Tidaklah setiap anak yg lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam). Maka kedua orangtuanyalah yg akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi Menurut pengamatan dan penglihatan saya selama ini, bahwa anak-anak orang jamaah (baik pengatur, pengurus maupun ru'yah biasa) yang gagal menjadi orang jamaah atau gagal menjadi jamaah yang faham adalah ketika mereka masih cabe rawit orang tuanya kurang memperhatikan dan kurang mengontrol keaktifan anaknya mengikuti pengajian cabe rawit dan juga lalai mengetahui seberapa jauh pencapaian atau hasil mengaji anak-anak mereka, Contoh : 👉 Sudah seberapa lancar anak mereka bisa membaca Al Qur'an dan mengerti tajwid   👉 Sudah seberapa banyak anak-anak mereka hafal surat-surat pendek dari Al Qur'an dan dalil-dalil pokok dari Al Quran dan Al ...

KESABARAN ATAS MUSIBAH YG MENIMPA MENJADI PENGHAPUS DOSA

KESABARAN ATAS MUSIBAH YG MENIMPA MENJADI PENGHAPUS DOSA Diantara hikmah dibalik musibah yang menimpa seorang mukmin adalah, dihapuskannya dosa-dosa yang ada padanya hingga dia tidak memiliki sedikitpun dosa.  Sebuah hikmah yang luar biasa.  Sekiranya tidak ada hikmah kecuali satu ini saja, niscaya hal itu sudah sangat dan sangat cukup bagi kita.  Namun realitanya masih banyak hikmah-hikmah mulia lainnya.  Oleh karena itu, hendaknya kita bersikap sabar, tabah dan tegar, ketika Allah menurunkan cobaan kepada kita. Semoga kita semua diberi kesabaran dan dimudahkan dalam segala urusan kita.   Rasulullah ﷺ bersabda: Alangkah menakjubkan urusan seorang mukmin. Sungguh, semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak didapat kecuali oleh orang iman. bila dia memperoleh kenikmatan lalu bersyukur maka itu baik baginya, dan bila ia tertimpa suatu musibah lalu bersabar maka itu baik pula baginya.   Beliau pun bersabda:  Ujian itu akan terus menimpa hamba hingga m...

MENJAGA KHUSYU' & THUMA'NINAH DALAM SHALAT

Imej
MENJAGA KHUSYU' & THUMA'NINAH DALAM SHALAT