TARAWIH DIMASJID TAPI WITIRNYA DIRUMAH
TARAWIH DIMASJID TAPI WITIRNYA DIRUMAH
Saran saya lebih baik sekalian witir bersama imam dimasjid mengingat besarnya pahala sholat berjamaah bersama imam sampai selesai sholat.
Sebagaimana dijelaskan pada hadits berikut:
قَالَ : إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ قِيَامَ لَيْلَةٍ "... ✾ رواه النسائي ، كِتَابُ قِيَامِ اللَّيْلِ وَتَطَوُّعِ النَّهَارِ ، بَابٌ : قِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ ، تحقيق الباني: صحيح
Nabi bersabda: bahwasanya, barang siapa yang berdiri bersama imam sampai bubar (selesai sholatnya) maka Allah menulis baginya shalat sepanjang malam (semalam suntuk).
Dan jaga-jaga apabila ketika di malam yang akhir tidak bisa melaksanakan witir atau terlupakan melaksanakan witir, berdasarkan dalil:
... عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ ... ✾ رواه مسلم ، كِتَابٌ : الْمَسَاجِدُ وَمَوَاضِعُ الصَّلَاةِ ، بَابٌ : مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ
Dari Jabir dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah dia melakukan witir di awal malam.
Dan ketika telah di rumah atau pada ⅓ malam akhir mau menambah shalat lail/tahajjud diperbolehkan namun tidak perlu dengan shalat witir.
Berdasarkan dalil :
عَنِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : لَا وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ ✾ رواه أبي داود ، كِتَابُ الصَّلَاةِ ، بَابٌ : تَفْرِيعُ أَبْوَابِ الْوِتْرِ ، بَابٌ : فِي نَقْضِ الْوِتْرِ
Nabi ﷺ bersabda Tidak ada 2 witir dlm satu malam.
Lalu apakah boleh kita menambah shalat sunnah lagi di ⅓ malam sedangkan kita sudah shalat witir ? boleh, berdasarkan dalil berikut :
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ ، قَالَ : سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ : كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ ✾ رواه مسلم ، كِتَابٌ : الْمَسَاجِدُ وَمَوَاضِعُ الصَّلَاةِ ، بَابٌ : صَلَاةُ اللَّيْلِ
Nabi ﷺ biasa melaksanakan shalat 13 raka’at (dalam semalam). Beliau melaksanakan shalat 8 raka’at kemudian beliau berwitir (dengan 1 raka’at). Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan shalat dua raka’at sambil duduk.
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum keluar dari shof ketika sholat witir berjamaah di masjid selain mengingat keutamaan yang besar tadi:
Juga menimbulkan efek yang tidak baik bagi pembinaan generus, karena anak-anak terutama cabirawit dan pra remaja yang ikut sholat tarawih berjamaah kemudian melihat beberapa orang ada yang keluar maka mereka cenderung meniru, ketika mereka melihat ada orang dewasa yang meninggalkan sholat tarawih berjamaah, kekhusyukan mereka mulai goyah.
Misalkan ada orang tuanya yang mendampingi maka masih beruntung karena ada yang menjelaskan hal seperti itu. Kalau tidak dimungkinkan mereka terpengaruh, lalu ikut keluar, dan akhirnya tidak witir.
Maka hal itu perlu kita hindari.
Semoga bermanfaat
Arhhhh abng situ yg
BalasPadam